Buku “Sejarah Teks Al-Qur’an Sejak Turunnya Wahyu Hingga Kompilasi, Kajian Perbandingan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru” karya Prof. Dr. Muhammad Mustafa Al-A’zami ini bisa dikatakan sebagai sebuah karya yang monumental. Suatu kerja ilmiah yang dibangun tanpa emosional, mengundang pihak mana pun untuk mengkaji buku ini pada saat serangan terhadap Al Quran menjadi sesuatu yang umum.
Dalam kajian yang komprehensif ini, Prof. A’zami, memaparkan penjelasan yang mendalam dan unik mengenai pemeliharaan kesucian Al-Qur’an sepanjang sejarah. Prof. A’zami juga berhasil mengukuhkan Al Qur’an sebagai satu¬satunya pedoman tertinggi kaum muslimin, baik sebagai petunjuk dan sebagai bacaan paling suci.
Dengan menggunakan metode perbandingan, beliau melakukan investigasi sejarah Perjanjian Lama dan Baru, seluruh kepercayaan Yahudi dan Kristen yang mencakup the Dead Sea Scroll (Naskah Laut Mati), dan mengungkap suatu kejutan dari hampir setiap bagian Kitab Injil. Seluruh hasil kerja keras ilmiah ini memberikan kepada kita sebuah kesimpulan bahwa AlQuran adalah sebuah anugerah, gagasan agung untuk membangkitkan pikiran, sejarah mulia untuk menggerakkan jiwa, kebenaran universal untuk menghidupkan suara hati, dan perintah langsung yang tepat bagi manusia untuk membebaskan dirinya.
Dengan buku ini Prof. A ‘zami menempatkan dirinya di garda depan sebagai ulama terkemuka pembela kemurnian dan keotentikan Al Quran di tengah-tengah upaya serius kaum orientalis menggempur Al Quran. Prof. A’zami membuktikan bahwa Al Quran adalah Kalamullah, mukjizat abadi hingga akhir zaman. Selama empat belas abad kaum Muslimin berhasil menjaga Al Quran terhadap perubahan, menghafal setiap ayatnya dan merenungkan tiap-tiap bagiannya.
Read More......
Rabu, 20 Juli 2011
BAGAIMANA MENYENTU HATI
Buku “Bagaimana Menyentuh Hati” ini diperuntukkan bagi para pemuda yang merasa terpanggil oleh seruan Allah swt: “Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegab dari yang mungkar; merekalab orang-orangyang beruntung.” (Ali Imran: 104)
Dengan semangat tinggi mereka menyeru manusia kepada kebenaran dan kebaikan, tetapi banyak di antara mereka yang tidak mengetahui cara mengambil hati objek dakwah, sehingga banyak kesempatan berharga yang terbuang sia-sia. Cara untuk memikat hati objek dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti umur, pendidikan, tradisi, dan pola pikir. Di dalam buku ini dijabarkan beberapa kiat praktis tentang cara memikat hati tersebut, yang mudah-mudahan dapat diambil manfaatnya oleh para da’i.
Setiap jamaah, kelompok, atau partai mempunyai cara dan sarana tersendiri dalam merangkul massa sesuai dengan tujuan masing-masing. Sebagai da’i dan da’iyah kita pun harus menggunakan cara dan sarana yang diilhami oleh aqidah islamiah, sehingga langkah yang kita tempuh tidak terlepas dari rambu-rambu syariat.
Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita metode dakwah yang mudah untuk diterapkan dan mencakup segala segi kehidupan, sehingga siapa saja yang ingin berdakwah tidak akan kesulitan mencari metode yang tepat dalam bergaul dengan masyarakat, mengajak mereka kepada kebenaran, dan bersabar atas gangguan yang diterima.
Semoga buku “Bagaimana Menyentuh Hati” ini bisa menjadi tambahan rujukan metode dakwah para dai, mubaligh dan para pelaku dakwah lainnya dalam melakukan syiar Islam.
Read More......
Dengan semangat tinggi mereka menyeru manusia kepada kebenaran dan kebaikan, tetapi banyak di antara mereka yang tidak mengetahui cara mengambil hati objek dakwah, sehingga banyak kesempatan berharga yang terbuang sia-sia. Cara untuk memikat hati objek dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti umur, pendidikan, tradisi, dan pola pikir. Di dalam buku ini dijabarkan beberapa kiat praktis tentang cara memikat hati tersebut, yang mudah-mudahan dapat diambil manfaatnya oleh para da’i.
Setiap jamaah, kelompok, atau partai mempunyai cara dan sarana tersendiri dalam merangkul massa sesuai dengan tujuan masing-masing. Sebagai da’i dan da’iyah kita pun harus menggunakan cara dan sarana yang diilhami oleh aqidah islamiah, sehingga langkah yang kita tempuh tidak terlepas dari rambu-rambu syariat.
Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita metode dakwah yang mudah untuk diterapkan dan mencakup segala segi kehidupan, sehingga siapa saja yang ingin berdakwah tidak akan kesulitan mencari metode yang tepat dalam bergaul dengan masyarakat, mengajak mereka kepada kebenaran, dan bersabar atas gangguan yang diterima.
Semoga buku “Bagaimana Menyentuh Hati” ini bisa menjadi tambahan rujukan metode dakwah para dai, mubaligh dan para pelaku dakwah lainnya dalam melakukan syiar Islam.
Read More......
Manasik Haji dan Umroh
Cara yang terbaik bagi seorang muslim untuk melakukan manasik haji dan umrah adalah dengan melaksanakan haji dan umrah tersebut sesuai dengan yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar dengan demikian mendapatkan kecintaan dan ampunan dari Allah.
Allah Ta’ala berfirman :
“Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (Ali Imron:31)
Sedang bentuk haji yang paling sempurna adalah haji Tamattu’ bagi orang-orang yang sebelumnya tidak membawa binatang kurban, karena Nabi Muhammad sallahu alaihi wasallam telah memerintahkan (untuk bertahallul setelah selesai umrah) dan menegaskan kepada para sahabat beliau dengan sabdanya :
“Andaikata aku menghadapi urusanku (dalam haji) tentu aku tidak akan berpaling. Aku tidak akan membawa binatang kurban, dan tentu aku akan bertahallul bersama kalian.”
Haji tamattu’ adalah melaksanakan ibadah umrah secara sempurna pada bulan-bulan haji, dan bertahallul dari umrah tersebut, lalu berihram untuk haji pada tahun itu juga.
Daftar Isi Buku Manasik Haji dan Umroh:
• BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MELAKUKAN MANASIK HAJI DAN UMRAH
• UMRAH
• HAJI
• ZIARAH MASJID NABAWI DI MADINAH MUNAWWARAH
• BEBERAPA KESALAHAN YANG DILAKUKAN OLEH SEBAGIAN JAMAAH HAJI
• IHRAM DAN BEBERAPA KESALAHAN YANG TERJADI
• THAWAF DAN BEBERAPA KESALAHAN FI’LIYAH YANG TERJADI
• THAWAF DAN BEBERAPA KESALAHAN QAULIYAH YANG TERJADI
• SHALAT SUNNAH THAWAF DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• NAIK BUKIT SHAFA DAN MARWA, DO’A DI ATAS DUA BUKIT, BERLARI KECIL ANTARA DUA TANDA, DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• WUQUF DI ARAFAH DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• MELEMPAR JUMRAH DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• THAWAF WADA’ DAN KESALAHAN YANG TERJADI
Read More......
Allah Ta’ala berfirman :
“Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (Ali Imron:31)
Sedang bentuk haji yang paling sempurna adalah haji Tamattu’ bagi orang-orang yang sebelumnya tidak membawa binatang kurban, karena Nabi Muhammad sallahu alaihi wasallam telah memerintahkan (untuk bertahallul setelah selesai umrah) dan menegaskan kepada para sahabat beliau dengan sabdanya :
“Andaikata aku menghadapi urusanku (dalam haji) tentu aku tidak akan berpaling. Aku tidak akan membawa binatang kurban, dan tentu aku akan bertahallul bersama kalian.”
Haji tamattu’ adalah melaksanakan ibadah umrah secara sempurna pada bulan-bulan haji, dan bertahallul dari umrah tersebut, lalu berihram untuk haji pada tahun itu juga.
Daftar Isi Buku Manasik Haji dan Umroh:
• BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MELAKUKAN MANASIK HAJI DAN UMRAH
• UMRAH
• HAJI
• ZIARAH MASJID NABAWI DI MADINAH MUNAWWARAH
• BEBERAPA KESALAHAN YANG DILAKUKAN OLEH SEBAGIAN JAMAAH HAJI
• IHRAM DAN BEBERAPA KESALAHAN YANG TERJADI
• THAWAF DAN BEBERAPA KESALAHAN FI’LIYAH YANG TERJADI
• THAWAF DAN BEBERAPA KESALAHAN QAULIYAH YANG TERJADI
• SHALAT SUNNAH THAWAF DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• NAIK BUKIT SHAFA DAN MARWA, DO’A DI ATAS DUA BUKIT, BERLARI KECIL ANTARA DUA TANDA, DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• WUQUF DI ARAFAH DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• MELEMPAR JUMRAH DAN KESALAHAN YANG TERJADI
• THAWAF WADA’ DAN KESALAHAN YANG TERJADI
Read More......
Panduan Menghafal Al Quran
Dalam buku Panduan Menghafal Al Quran ini akan dikemukakan cara termudah untuk menghafalkan AlQuran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan Al Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalkan Al Quran.
Berikut tip-tips cara menghafal Al Quran yang diuraikan dalam buku ini:
• Bagaimana cara termudah untuk menghafalkan al quran.
• Bagaimana cara menambah hafalan AlQuran pada hari berikutanya.
• Bagaimana cara menggabung antara mengulang (muraja’ah) dan menambah hafalan baru.
• Bagaimana cara mengulang Al-Quran (30 Juz) setelag menyelesaikan murajaah di atas.
• Apa yang dilakukan setelah menghafal Al Qur’an selama satu tahun.
• Bagaimana cara membedakan antara bacaan yang mutasyabih (mirip) dalam Al Quran.
• Kaidah dan ketentuan dalam menghafal AlQuran.
Read More......
Berikut tip-tips cara menghafal Al Quran yang diuraikan dalam buku ini:
• Bagaimana cara termudah untuk menghafalkan al quran.
• Bagaimana cara menambah hafalan AlQuran pada hari berikutanya.
• Bagaimana cara menggabung antara mengulang (muraja’ah) dan menambah hafalan baru.
• Bagaimana cara mengulang Al-Quran (30 Juz) setelag menyelesaikan murajaah di atas.
• Apa yang dilakukan setelah menghafal Al Qur’an selama satu tahun.
• Bagaimana cara membedakan antara bacaan yang mutasyabih (mirip) dalam Al Quran.
• Kaidah dan ketentuan dalam menghafal AlQuran.
Read More......
ALLAH DALAM AQIDAH ISLAMIAH
Aqidah kepada Allah dalam Islam ( Aqidah Islamiah) terbentuk daripada unsur-unsur berikut ini:
- Beri’tiqad dengan kewujudan Allah Yang Wajib bagi zatNya, Yang tidak mengambil daripada lainnya. Allah s.w.t. bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan (Al-Kamal), yang semuanya itu kita ambil kesimpulan atau natijah daripada menyaksikan alam semesta ini.
- Menafikan sifat-sifat keserupaan (Al-Musyabahah) dan sifat kekurangan daripada Tuhan Pencipta (Al-Khaliq) s.w.t.
- Aqidah Islamiah sama sekali tidak menyentuh tentang hakikat dan keadaan zat dan sifat-sifat Allah s.w.t., tetapi sebaliknya dengan cara yang hati hati dan halus menetapkan segi perbezaan dengan ertikata yang sebenarbenarnya antara keadaan zat Tuhan dan sifatNya dengan keadaan makhluk makhluk dan sifat-sifat mereka.
- Akidah Islamiah menggariskan jalan ke arah mengenal sifat-sifat Al-Khaliq dan mengetahui sifat-sifat kesempurnaan ketuhanan, keistimewaan keistimewaan dan kesan-kesannya.
- Aqidah Islamiyah menguatkan hubungan antara perasaan hati manusia dengan Al-Khallq Jalla wa ‘ala, sehingga dengan demikian itu manusia akan sampai kepada suatu jenis ma’rifat rohaniah yang paling manis dan yang paling tinggi daripada jenis-jenis ma’rifat semuanya
- Aqidah Islamiah menuntut orang-orang Mu’min supaya kesan kesan daripada unsur-unsur aqidah ini dijelma atau dimanifestasikan dalam tutur kata dan segala perbuatan mereka.
Lailaha illa Allah Panduan Hidup
Pengabdian diri kepada Allah adalah merupakan akar tunjang dan rukun pertama dalam akidah Islamiyah yang dijelmakan di dalam pengakuan: Tiada Tuhan Melainkan Allah (LA ILAHA ILLALLAH).
Manakala menerima pengajaran dan Rasulullah SAW mengenal cara menjalan dan melaksanakan pengabdian itu adalah merupakan bahagian yang kedua daripadanya, yang dijelmakan di dalam pengakuan: Muhammad itu ialah Utusan Allah (MUHAMMADUR-RASULULLAH).
Hati Muslim yang beriman dan menyerahkan dirinya kepada Allah itu adalah hati yang menjelma di dalamnya kedua-dua dasar yang disebutkan di atas tadi. Semua perkara selain daripada kedua-duanya baik yang berbentuk asas-asas keimanan dan rukun Islam, adalah merupakan pelengkap bagi kedua-dua tadi; kerana keimanan kepada malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, Rasul-rasul-Nya, hari kiamat, qada dan qadar, juga sembahyang, zakat, puasa dan haji, hukum halal dan haram, kemudian hukum hudud dan ta’zir, serta peraturan-peraturan mengenai muamalah, perundangan dan arahan-arahan keislaman semuanya itu adalah tegak di atas dasar pengabdian diri kepada Allah. Begitu juga sumber-sumber itu semuanya adalah ajaran~ajaran yang telah disampaikan kepada kita oleh Rasulullah SAW daripada Tuhannya.
Dan masyarakat Islam itu ialah masyarakat yang menghayati sepenuhnya kaedah-kaedah Islam dan hal-hal yang berkaitan dengannya di dalam kenyataan hidupnya; sebab masyarakat tanpa pelaksanaan dan penjelmaan kaedah-kaedah ini tidak boleh dipandang sebagai MASYARAKAT ISLAM.
Selanjutnya pengakuan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah (LA ILAAHA ILLALLAH) dan Muhammad itu ialah utusan Allah (MUHAMMADU RASULULLAH) adalah kaedah bagi suatu program yang lengkap yang menjadi tapak kepada kehidupan umat Islam seluruhnya. Kehidupan secara Islam ini tidak akan dapat ditegakkan sebelum kaedah ini ditegakkan terlebih dahulu; seperti juga kehidupan secara Islam tidak akan menjadi kehidupan secara Islam dengan sebenarnya sekiranya ia ditegakkan di atas kaedah yang lain daripada kaedah ini atau pun ia ditegakkan secara tempelan di samping kaedah-kaedah yang lain atau pun di samping beberapa kaedah lain yang asing darinya.
23 KIAT HIDUP BAHAGIA
Ketentraman dan ketenangan hati serta hilangnya keresahan dan kesedihan adalah tujuan setiap manusia. Dengan itu hidup bahagia menjadi realita dan kesenangan serta kegembiraan yang sebenarnya pun terwujud. Hal ini tergapai lantaran tiga sarana.
- Sarana melalui pembenahan dan kehidupan religi.
- Sarana yang bersifat alami, dan
- Sarana praktis yang dijalani dengan kesungguhan.
Ketiga sarana ini hanyalah mungkin dimiliki para muâmin. Sedangkan selain mereka, kalaupun tergapai oleh mereka satu sisi kebahagian dan karena suatu sarana yang diupayakan keras oleh orang-orang bijak dikalangan mereka, tidaklah dapat tergapai oleh mereka sisi-sisi lain yang lebih tinggi manfaatnya, lebih mantap dan lebih bagus nilainya, baik yang dirasakan secara langsung di dunia ataupun kelak di Hari Kemudian.
Melalui buku 23 Kiat Hidup Bahagia ini, dipaparkan beberapa sarana untuk mengayuh tujuan luhur ini, yang setiap orang berupaya untuk meraihnya.
Berikut ini kiat-kiat hidup bahagia yang dipaparkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’ady:
- Beriman Dan Beramal Shalih Dengan Sebenarnya
- Berperilaku Baik Melalui Ucapan Dan Perbuatan
- Menyibukkan Diri Dengan Sesuatu Yang Bermanfaat
- Konsentrasi Untuk Menghadapi Hari Ini
- Memperbanyak Dzikir Kepada Allah
- Mensyukuri Berbagai Ni’mat Allah
- Pandanglah Kebawah, Anda Akan Melihat Besarnya Ni’mat Allah
- Melupakan Cobaan Yang Telah Lampau
- Memohon Pembenahan Ilahi Dalam Segala Urusan
- Memandang Ringan Segala Cobaan
- Jangan Mudah Terguncang Oleh Bayangan Buruk
- Percaya Penuh Kepada Allah
- Bersikap Adil Dan Bijaksana Dalam Bergaul
- Masa Bahagia Yang Pendek Itu, Janganlah Engkau Pendekkan Lagi Dengan Kegundahan Kelarutan Dalam Kekeruhan Pikiran
- Yakinlah, Bahwa Cobaan Itu Kecil Dibanding Besarnya Karunia
- Jangan Terpancing Emosi Oleh Tutur Kata Buruk Seseorang Yang Diarahkan Kepada Anda
- Arahkan Pikiran Ke Sesuatu Yang Bermanfaat Di Sisi Kehidupan Religi Maupun Duniawi
- Menata Hati Untuk Mengharap Pahala Ilahi Dalam Berbuat Kebajikan
- Meraih Dan Melakukan Al-Fadha-il (Tindakan-Tindakan Utama)
- Ciptakan Suasana Jernih Dan Manis Di Balik Kekeruhan
- Jadikanlah Ketenangan Batin Dan Pemusatan Jiwa Sebagai Pembantu Anda Menangani Pekerjaan Penting
- Selesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
- Pandai-Pandailah Memilih Dan Memilah Pekerjaan
Langganan:
Postingan (Atom)








